Awal Menulis

Minggu, 31 Mei 2009 24 komentar

Sudah lama banget ga memotivasi diri sendiri.
Awalnya saya tak pernah berkeinginan untuk menulis, apa lagi memebuat sebuah blog. Mungkin keinginan saya menulis tumbuh ketika beberapa tahun yang lalu, saat saya sedang sibuk mencari tugas untuk salah satu mata kuliah yang saya ambil.

Saat itu tidak sengaja pada salah satu alat pencari web yang saya buka menemukan artikel tentang kepenulisan, di sana tertulis sebait kata-kata yang membuat saya berpikir. Kata-kata tersebut adalah “Without words, without writing and without books there would be no history, there could be no concept of humanity.” oleh Hermann Hesse pada tahun 1877 – 1962.

Menurut pemikiran saya pribadi benar sekali apa yang dikatakan oleh Hermann Hesse bahwa ketika seluruh orang di dunia ini berhenti menulis maka tak akan ada
sejarah untuk anak cucu kita nanti dan secara tidak langsung kita akan membunuh peradaban manusia dengan kebodohan. Dari sini lah saya sadar bahwa setiap apa yang kita pikirkan mungkin menjadi sesuatu yang penting untuk orang lain. Dan mungkin dengan menulis semua ide-ide kita pada sebuah buku atau catatan kecil semacam Agenda dan Diary kita bisa menyumbangakan sesuatu yang penting untuk orang lain walaupun sekarang saya bukan penulis.

Mungkin bagi kebanyakan orang menulis adalah kegiatan yang membosankan atau bahkan sulit, bagai mana tidak? Coba anda bayangkan ketika kita menulis menggunakan media komputer, kita harus merasakan pantat yang panas karena berjam-jam
harus duduk di kursi atau mata yang menjadi perih gara-gara berlama-lama memelototi layar monitor. Kadang ada orang yang mengatakan menulis itu sulit, yang katanya tidak bisa menuangkan ide atau tidak punya ide sama sekali untuk ditulis. Mungkin kata-kata bosan untuk menulis hanya pada individu tertentu saja. Tapi untuk kata-kata “gak punya ide” atau “belum dapat ide” Eiit tunggu dulu… Semua orang pasti punya ide bahkan dimana pun anda berada pasti ada ide, hanya saja anda melewatkan begitu saja ide tersebut tanpa berbuat sesuatu. Seperti kata Didik Wijaya dalam tulisannya di Escaeva.com yang mengatakan bahwa “Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan ide. Ada yang jongkok berlama-lama di kamar mandi sambil merokok sampai mendapatkan ide cemerlang. Ada yang pergi jauh-jauh ke desa terpencil untuk menyepi. Ada yang melamun, sambil menatap kertas putih di hadapannya atau halaman putih di layar komputer sambil jarinya mengetuk-ngetuk menja. Tidak ada yang salah dengan semua cara itu. Semua orang punya cara unik untuk mendapatkan ide.” Seperti yang diungkapkan oleh Didik Wijaya di atas saya juga sependapat dengan kata-katanya bahwa ide itu ada dimana-mana. Jadi jangan urungkan niat anda untuk menulis walaupun anda sedang tak punya ide sama sekali. Kakak saya pernah berkata “Ide atau inspirasi itu bukan di tunggu tapi semua harus dicari. Bahkan hidayah pun di harus dicari!” itulah yang memantabkan saya untuk menulis sesuatu, walaupun itu sesuatu yang sepeleh.

Dan sekarang saya begitu gemar menulis sesuatu yang sepeleh, dan semakin enjoy dalam menulis. Bahkan kita bisa mewujudkan sesuatu yang tidak mungkin di dunia nyata tetapi sangat mungkin di dunia tulis menulis misalnya kita bisa membuat cerita fantasi, cerita pembunuhan, cerita percintaan atau berkomunikasi dengan Tuhan. Itulah sebabnya kenapa menulis itu sangat menyenangkan bagi saya. Dan sekarang tanyakan pada diri anda apakah anda ingin memulai andil dalam melanjutkan peradaban dunia dengan pengetahuan yang anda miliki.
Read the full story

Even Malang Kembali Sebagai Simbol Sejarah Malang

Minggu, 24 Mei 2009 14 komentar

Waktu di bukanya even Malang Tempo Doeloe 20-24 Mei memberikan saya untuk kembali melihat sejarah kota Malang ini. Tidak hanya itu seolah-olah kita di bawah ke masa malang saat nenek-kakek kita masih mudah.Tp yang saya bahas adalah tentang sejarah Malang, kalo mau liat even itu silakan datang aja ke blognya catur di rastafara islands blognya Anak yang menggangrungi musik regge ini di sana akan di bahas deteil mengenai even ini...
sekarang kita menuju ke sejarah malang...

Dalam buku sejarah bangsa ini Malang merupakan salah satu peradaban tua yang tergolong pertama kali, muncul sejak abad ke 7 Masehi dan merupakan wilayah kekuasaan 5 dinasti yaitu Dewasimha / Gajayana (Kerajaan Kanjuruhan), Balitung / Daksa / Tulodong Wawa (Kerajaan Mataram Hindu), Sindok / Dharmawangsa / Airlangga / Kertajaya (Kerajaan Kediri), Ken Arok hingga Kertanegara (Kerajaan Singosari), Raden Wijaya hingga Bhre Tumapel 1447 - 1451 (Kerajaan Majapahit).




MASA KERAJAAN

Masa kerajaan di daerah Malang, ada beberapa kerajaan yang pernah dijalankan pemerintahannya dan masih di sini misalnya Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Mataram Hindu, Kerajaan Kediri, Daha Dan Jenggala, Kerajaan Singosari, Kerajaan Majapahit






ASAL USUL NAMA KOTA MALANG
Nama malang di ambil dari salah satu Nama dewa yaitu Batara Malangkucecwara disebutkan dalam Piagam Kedu (tahun 907) dan Piagam Singhasari (tahun 908). Diceritakan bahwa para pemegang piagam adalah pemuja Batara (Dewa) Malangkucecwara, Puteswara (Putikecwara menurut Piagam Dinoyo), Kutusan, Cilahedecwara dan Tulecwara.
Nama para Batara tersebut sangat dekat dengan nama Kota Malang saat ini, mengingat nama daerah lain juga berkaitan dengan peninggalan di daerah tersebut misalnya Desa Badut (Candi Badut), Singosari (Candi Singosari). Dalam Kitab Pararaton juga diceritakan keeratan hubungan antara nama tempat saat ini dengan nama tempat di masa lalu misalnya Palandit (kini Wendit) yang merupakan pusat mandala atau perguruan agama. Kegiatan agama di Wendit adalah salah satu dari segitiga pusat kegiatan Kutaraja pada masa Ken Arok (Singosari - Kegenengan - Kidal - Jago : semuanya berupa candi).
Namun istilah Kabalonlah yang dulu di kenal oleh kalangan bangsawan untuk menyebut kota malang, tetapi dimana arti kata kabalon adalah tempat untuk menyepi. rakyat pada masa itu tetap menyebut dan mengenal daerah petilasan Malangkucecwara dengan nama Malang hingga diwariskan pada masa sekarang.

MASA KOLONIAL
Di masa kolonial Malang merupakan daerah perkebunan dibawah Kabupaten Pasuruan. Malang berkembang pesat setelah ada jalur kereta api dan dibukanya berbagai perkebunan terutama tebu untuk industri gula. Sampai saat ini dua pabrik gula peninggalan kolonial masih beroperasi yaitu PG. Krebet Baru dan PG. Kebon Agung.



MASA KEMERDEKAAN
Pada masa sesudah Proklamasi Kemerdekaan di Malang didirikan Malang menjadi basis perjuangan baik politis maupun gerilya. Salah satu pertempuran dahsyat dalam mempertahankan Kota Malang adalah front Jalan Salak (kini Jalan Pahlawan Trip). Pada saat itu gugur 35 orang anggota Brigade 17 Detasemen I Trip Jawa Timur

Sejarah itu kini tinggal sejarah!
tapi masih ada juga yang masih berdirih dengan kokoh!
misalnya gereja ini!yang berdiri tegak tanpa lecet sedikitpun!






Read the full story

Selingkuh Aman dan Halal

Sabtu, 23 Mei 2009 15 komentar

gW masih inget betul! dosen Gw ngomongin masalah perkawinan, karena mata kuliah saat itu adalah psikologi perkawinan. Dimana Beliau bicara panjang lebar tentang bagaimana membuat perkawinan jadi lebih tahan lama dan harmoni.

Tapi di tengah perkulian Beliau malah ngomonginn tentang selingkuh yang aman. Gimana tuh caranya?? eh Beliau malah bilang beli aja bukunya di toko buku terdekat!
weleh-weleh ternyata ada juga toh buku seperti itu!ck..ck..ck..seperti inilah keadaan bangsa kita sekarang. Ya semoga saja orang-orang yang di atas dengan dasi-dasi yang warna-warni gak seperti itu.

kalau ada buku "cara seling yang aman" berarti ada juga cara selingkuh yang aman dan halal! nah lo!! gimana tuch caranya?

caranya gini :

pertama,waktu anda tidur coba buat diri anda tidur sambil jalan-jalan. nah waktu jalan tuch langsung ja meluncur ke rumah si "dia" kan kalo kayak gitu, kita dalam keadaan "ngelindur"
kedua, buat diri anda sepikun mungkin sehingga waktu pulalang langsung ja dech masuk ke rumah mana ja. Paling akibatnya juga anda di laporin ke polisi.

ya dach dua ja dech tips ngaco dari saya!
hehehehe....

Read the full story

1 Tips Berhenti Merokok Dari Si Embah

Selasa, 12 Mei 2009 11 komentar


Ngerokok emang asik-asik gak enak, tapi kayaknya lebih banyak gak enaknya daripada asiknya. Kalau menurut istilah kedokterannya “dapat merusak kesehatan”. Kadang ada orang yang ingin berhenti merokok tapi ujung-ujungnya malah tambah parah , kenapa kok bisa begitu? (“tanyakan pada rumput yang bergoyang” kata kang Ebiet G. Ad.).


1 Berbagai macam cara di lakukan seseorang yang ingin berhenti merokok seperti di bawah ini :
Menggantinya dengan permen karet. Setiap kali ingin merokok diganti dengan makan permen karet.

2 Membuat jadwal untuk berhenti. Menentukan bahwa “tanggal ini saya akan berhenti merokok”.

3 Melakukan terapi. Konsultasi dengan dokter yang dipercaya.

4 Mengurangi sedikit-sedikit. Dengan cara, setiap hari mengurangi jatah merokok mis : hari pertama 12 batang, hari kedua 11 batang, hari ke berikutnya 10 batang dan seterusnya.

5 Berpacaran dengan cewek/cowok yang tidak suka dengan asap rokok, dengan harapan mereka akan menyuruh berhenti atau memberi ancaman putus jika gak berhenti.
Minta dukungan dari orang lain untuk mengingatkan untuk tidak merokok merokok mis : dengan ngomong ke temen “ntar kalo aku ngrokok, langsung lempar aja dengan sepatu”

Tapi apa yang terjadi setelah kita melakukan cara-cara di atas :
Dengan cara yang ada di atas mungkin orang akan berhasil menghentikan kecanduan rokoknya, tapi itu tak akan bertahan lama dan hanya sementara. Karena setelah kita berkumpul lagi dengan teman kita sesama perokok, dan seketika itu dia menawarkan rokok maka keingginan kita untuk merokok yang terpendam lama akan muncul kembali, dan seketika itu juga kita kembali menjadi seorang perokok, malah mungkin bisa lebih parah dari sebelumnya.

Kalo kata Embah saya “idup aje lho di utan, kagak usah ketemu sapa-sapa biar bisa berhenti ngerokok”

Kata Embah saya Cara-cara di atas mungkin bisa saja bertahan selamanya, dan nggak akan pernah kambuh lagi jika kita memiliki Niat. Ya itulah kuncinya kata si Embah saya “Niat” satu kata simpel yang bisa menjadi roh cara-cara berhenti merokok di atas...

Gampang banget kan caranya! Hanya dengan Niat saja kita bisa berhenti merokok dan ga akan pernah kambuh lagi... hehehehe (Padahal saya juga perokok berat dan nggak bisa berhenti merokok, karena saya nggak pernah punya Niat untuk berhenti merokok utuk saat ini hehehehehehehe).

Tapi ada satu lagi caranya kata Embah saya hanya dengan mengotak-atik alam bawah sadar kita.

Gimana caranya?

Kata Embah saya entar aja di postingan berikutnya di bahasnya.
Jadi harus nunggu si Embah saya ini dapat wangsit dulu....
Read the full story

Puisi = Poem

Rabu, 06 Mei 2009 8 komentar

"Bukan maksudku tuk berbagi nasib Nasib adalah kesendirian masing-masing"


Beberapa bait puisi di atas adalah milik Chairil Anwar yang di ucapakan Rangga dan Cinta dalam film AADC. Begitu indah Chairil Anwar menjelaskan bawa takdir seseorang berada di tangannya sendiri melalui puisinya yang apik. Chairil memang penyair besar yang menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia meraih kemerdekaan dan kebebasan dari segalah macam keterpurukan.


Yup itulah puisi !!! sebagaian orang mengatakan puisi sebagai bentuk pengungkapan perasaan dan sebuah apresiasi seni berbentuk sastra. Dan pembuatannya membutuhkan perenungan yang matang atas dasar kreativitas dan buah pikiran seseorang dari perasaan yang paling dalam. Dalam pembuatan puisi pun setiap bait kata atau sajaknya harus bisa mengambarkan sebuah pemaknaan oleh sebab itu di butuhkan sebuah tema untuk membuatnya.
Sedangkan dalam menilai sebuah puisi sangat tergantung dengan objektivitas individu atau pembacanya “Tulisan yang berorientasi pada sastra tidak bisa di ukur secara umum, apakah tulisan itu baik atau buruk. Seperti sebuah puisi atau sajak, kita tidak bisa menilai dari segi objektifnya. karena baik tidaknya sebuah puisi, meski sangat individu, adalah kembali kepada diri kita sendiri yaitu sebagai pembacanya, apakah ada relasi nilai ketika membacanya antara puisi dan diri kita dan kita hanya bisa menilai secara subjekif.” Mungkin seperti itulah yang saya tulis dalam dalam blog saya yang satunya.
Dan ini salah satu tip di blog saya yang sudah jarang saya buka.
Kalau bisa dibuat sebuah tahap-tahap pembuatan puisi yang baik adalah seperti ini : (ya ini menurut saya !!! Hehehehe).

1.Tulisan yang bagus adalah tulisan yang jujur, hasil dari penggalian yang tak henti terhadap gaya sendiri
2.Perkaya, pertajam dan perkuat dengan kosa kata yang lebih luas.
3.Banyak-banyaklah membaca puisi
4.Pertimbangkan aspek “visual” –yang memungkinkan pembaca seolah-olah “merasakan sendiri” dan “masuk kedalamnya”, dan bukannya sekedar memberi tahu mereka.
5.Menulislah saat kondisi kita sedang prima (ya kalo sakit jadi gak mood!) sehingga tulisan kita juga memiliki semangat.
6.Usahakan pembaca mampu menangkap pesan yang ingin di sampaikan.

Sedangkan menurut Joeliana dalam web-blognya di http://joeliana19.wordpress.com/ adalah seperti ini :
1.Dalam menulis puisi, yang pertama – tama dilakukan adalah menentukan tema
2.Menentukan hal – hal apa yang akan dikemukakan dalam puisi
3.melakukan pengamatan di lapangan tentang tema tersebut
4.menentukan pemilihan kata yang tepat.
Di web blognya pun telah di beri sebuah contoh dengan judul “Dialog sepasang bunga” dan dilakukan pembahasan secara menyeluruh jika ingin melihat contohnya silakan lihat saja web-blog tersebut.
Jadi pada intinya Sebuah karya yang baik akan terasa indahnya jika dapat mengobarkan pikiran pembacanya dan mampu menggerakan hati pembaca (entah itu puisi atau sajak dan semua yang berbauh sastra lainya).
Read the full story